Pemerintah Provinsi bersama Polda Kalimantan Tengah memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar patroli udara di wilayah Kabupaten Pulang Pisau. Langkah ini dipimpin langsung oleh Kapolda Kalteng Irjen Iwan Kurniawan bersama Gubernur Kalteng Agustiar Sabran sebagai upaya mendeteksi dini potensi kebakaran. Berdasarkan perkiraan cuaca, musim kemarau tahun ini diprediksi akan berlangsung lebih panjang dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, patroli udara tersebut turut diikuti oleh Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo serta sejumlah pejabat utama Polda Kalteng, dan disambut oleh Kapolres Pulang Pisau AKBP Iqbal Sengaji. Dari hasil pengamatan dari udara, tim gabungan berhasil menemukan dua titik api, di mana salah satunya dilaporkan sudah mulai terbakar. Dua titik api yang terdeteksi tersebut masing-masing berada di wilayah Kabupaten Kapuas dan Kota Palangka Raya.
Menurut laporan tim di lapangan, temuan dua titik api tersebut langsung diteruskan kepada satuan tugas penanggulangan karhutla untuk segera dilakukan pemadaman taktis dan penanganan intensif agar kobaran api tidak meluas. Selain mengandalkan pemantauan dari udara, Polda Kalteng juga telah membentuk satuan tugas khusus, menggelar apel kesiapan personel, serta memastikan seluruh sarana dan prasarana penanggulangan bencana dalam kondisi siap pakai.
Menurut Irjen Iwan Kurniawan, patroli udara ini merupakan langkah krusial untuk deteksi dini mengingat kondisi vegetasi yang mengering akibat kemarau panjang dapat meningkatkan risiko karhutla secara signifikan.
"Mengingat musim kemarau tahun ini berjalan lebih lama dari tahun sebelumnya, untuk itu kami melakukan patroli udara untuk mengantisipasi Karhutla yang dapat mengancam nyawa masyarakat. Kami juga telah membentuk satuan tugas, melakukan apel pengecekan sarana dan prasarana untuk memastikan antisipasi Karhutla berjalan optimal," ujar Irjen Iwan Kurniawan.
Dari pengamatan tim redaksi, sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam meredam dampak buruk kabut asap. Gubernur Agustiar Sabran menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa dilakukan secara parsial melainkan membutuhkan komitmen dari seluruh lapisan masyarakat.
"Pencegahan harus menjadi prioritas utama. Karena itu kami bersama Forkopimda turun langsung melakukan patroli udara untuk memastikan kondisi di lapangan, mendeteksi titik api sedini mungkin, dan memastikan seluruh jajaran siap bergerak cepat apabila ditemukan potensi kebakaran hutan dan lahan. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar demi menjaga Kalimantan Tengah tetap aman dari Karhutla," kata Gubernur Agustiar Sabran.