Langkah tim nasional Norwegia di kompetisi Piala Dunia harus terhenti setelah ditumbangkan oleh Inggris dalam laga yang penuh dengan drama dan keputusan wasit yang kontroversial. Namun, sorotan pascapertandingan justru tertuju pada ayah dari bintang Manchester City Erling Haaland, yaitu Alfie Haaland, yang meluapkan kekesalannya di media sosial.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi di platform X, pria berusia 53 tahun itu memberikan komentar sinis yang merujuk pada performa wasit dalam pertandingan tersebut. Dalam sebuah balasan terhadap unggahan jurnalis olahraga Fabrizio Romano, Alfie menuliskan pesan singkat lima kata: "Well done Bellingham and referee" (Kerja bagus Bellingham dan wasit).
Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi keras dari para pendukung tim nasional Inggris yang menganggapnya tidak bisa menerima kekalahan dengan lapang dada. Salah seorang penggemar membalas, "Tetaplah rendah hati, terima kekalahan ini dan hentikan hal semacam ini," merujuk pada komentar masa lalu Erling Haaland kepada Mikel Arteta di Liga Primer Inggris.
Dari amatan tim redaksi, jalannya pertandingan memang diwarnai sejumlah keputusan krusial yang mengundang perdebatan dari kedua belah pihak. Gol pembuka Inggris memicu protes keras dari para pemain Norwegia yang mengklaim bahwa bola sempat mengenai kabel kamera udara (spidercam) sebelum jatuh ke kaki Elliot Anderson yang memulai skema serangan.
Menurut beberapa laporan, mantan wasit Mark Clattenburg bahkan sempat menyatakan dalam siaran langsung bahwa jika bola benar-benar mengenai kabel, pertandingan seharusnya dihentikan sepenuhnya dan gol tersebut tidak sah. Di sisi lain, Norwegia juga mendapati gol mereka dianulir setelah Erling Haaland dianggap melakukan pelanggaran terlebih dahulu dalam situasi tendangan sudut.
Selain mengkritik kepemimpinan wasit, Alfie Haaland juga kedapatan mengarahkan gestur tidak senonoh kepada Djed Spence setelah meniru isyarat diving. Ia pun tidak ragu melontarkan kritik tajam kepada penyerang Norwegia, Alexander Sorloth, yang dinilai menyia-nyiakan peluang emas di babak pertama karena egois dan tidak mengoper bola kepada Erling Haaland.
"Orang-ofang akan berbicara tentang kontroversi spidercam. Orang-orang akan berbicara tentang gol yang dianulir. Namun bagi saya, momen terbesar terjadi ketika Norwegia memiliki kesempatan untuk menyudahi permainan. Alexander Sorloth memiliki opsi pemain di sekitarnya. Namun, dia memilih untuk melakukannya sendiri," ujar Alfie Haaland menyesali kegagalan tersebut.
Meskipun Norwegia harus angkat koper, Erling Haaland tetap mencatatkan performa luar biasa sepanjang turnamen dengan selalu mencetak gol di setiap pertandingan sebelum akhirnya diredam oleh lini pertahanan Inggris yang dikawal ketat oleh Marc Guehi, John Stones, dan Nico O'Reilly.