Langkah tim nasional Inggris di panggung Piala Dunia 2026 kini membentur dinding tebal. Skuad asuhan Thomas Tuchel dijadwalkan bersujud menghadapi tuan rumah Meksiko dalam laga babak 16 besar yang krusial. Namun, tantangan terbesar bagi "The Three Lions" bukan hanya performa apik lawan, melainkan musuh tak terlihat yang siap menguras fisik mereka: efek ketinggian.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, tim asuhan Javier Aguirre tampil sangat impresif di sepanjang turnamen ini dengan menyapu bersih kemenangan sejak fase grup hingga menyingkirkan Ekuador di babak 32 besar. Menghadapi Meksiko di kandang mereka, Stadion Azteca, merupakan momok menakutkan mengingat El Tri tercatat hanya kalah dua kali di stadion legendaris tersebut sejak dibuka pada tahun 1966.
Menurut analisis seorang pakar ketinggian yang berbicara kepada Sky News, skuad Inggris dipastikan harus berjuang ekstra keras untuk bernapas. "Saya pikir mereka akan menderita. Otot membutuhkan oksigen, sementara penyerapan oksigen di ketinggian seperti itu akan menurun sekitar 10 hingga 15 persen," tutur pakar tersebut.
Pakar itu juga menambahkan bahwa dampak nyata akan terlihat pada intensitas permainan Harry Kane dan kolega. "Mereka tidak akan bisa melakukan sprint sebanyak biasanya, atau mungkin pada babak kedua performa mereka akan menurun drastis," jelasnya mengenai kendala fisik yang mengintai.
Dari pengamatan tim redaksi, manajer Inggris Thomas Tuchel sebelumnya juga sempat mengutarakan kekhawatirannya mengenai betapa sulitnya bagi para pemain untuk beradaptasi dengan atmosfer dataran tinggi dalam waktu yang sangat singkat. Hal ini diperparah oleh ketidakpastian cuaca buruk di sekitar stadion yang sempat memicu spekulasi perubahan jadwal sepak mula pertandingan.
Meskipun ada kekhawatiran laga akan ditunda karena faktor cuaca ekstrem, jadwal pertandingan sejauh ini masih direncanakan tetap bergulir sesuai rencana awal. Inggris kini harus memutar otak demi mempertahankan asupan oksigen dan stamina para pemainnya jika ingin terus melaju di turnamen bergengsi ini.