Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA dan Perhimpunan Hubungan Masyarakat Indonesia (Perhumas) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) strategis. Langkah ini diambil guna memperkuat ekosistem komunikasi di Indonesia melalui peningkatan kapasitas, literasi media, penyebaran informasi, serta penguatan peran praktisi humas di berbagai daerah.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pantauan redaksi, penandatanganan kesepakatan tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria. Prosesi ini berlangsung dalam acara Kick Off Konvensi Humas Indonesia 2026 yang digelar di ANTARA Heritage Center, Jakarta, pada Sabtu (11/07).
Menurut Direktur Utama LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, kerja sama ini bukan sekadar formalitas di atas kertas. "Saya berharap MoU ini bukan sekadar formalitas, tapi juga merupakan komitmen bersama atau contoh kita semua untuk memperkuat ekosistem komunikasi Indonesia," ujar Benny.
Berdasarkan penjelasan Benny, kemitraan antara ANTARA dan Perhumas akan diwujudkan dalam sejumlah program konkret. Program tersebut meliputi peningkatan kompetensi insan humas, penyelenggaraan forum edukatif, penguatan literasi media, pengembangan manajemen komunikasi krisis, hingga kolaborasi publikasi yang bermanfaat luas bagi publik.
Benny juga menekankan pentingnya sinergi antara organisasi profesi dan media massa demi menghadirkan informasi berkualitas di tengah masyarakat. "Kolaborasi antara organisasi profesi dan media nasional menjadi sangat penting agar ruang publik dipenuhi oleh informasi yang berkualitas, membangun optimisme, dan memperkuat persatuan bangsa," tambahnya.
Dari amatan tim redaksi, tantangan teknologi modern juga menjadi sorotan dalam kerja sama ini. Benny mengemukakan bahwa pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial (AI) membawa tantangan baru bagi jurnalis maupun humas. Menurutnya, meskipun AI dapat digunakan sebagai alat bantu, proses pertimbangan dan pengambilan keputusan akhir harus tetap berada di tangan manusia.
Sementara itu, Ketua Umum Perhumas, Boy Kelana Soebroto, menyatakan bahwa kolaborasi dengan ANTARA mencakup cakupan yang luas. "Perhumas ini kan organisasi profesi Humas tertua dan terbesar di Indonesia. Kami melakukan MoU bersama dengan ANTARA untuk bisa berkolaborasi semua aspek dalam konteks komunikasi, pelatihan, penyebaran informasi, dan penguatan Humas-Humas di seluruh Indonesia," kata Boy.
Menurut Boy, keberadaan biro-biro ANTARA yang tersebar luas di berbagai wilayah diharapkan mampu menyokong peran Perhumas yang saat ini telah memiliki 19 cabang di tanah air. Sinergi ini diharapkan dapat memacu kemajuan ekosistem komunikasi nasional yang lebih sehat.
"Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini bisa semakin memperkuat peran humas di seluruh pelosok tanah air. Bagaimanapun antara humas dan media ini memiliki hubungan yang erat," tutur Boy menutup pernyataannya.