Sejumlah peristiwa menonjol mewarnai pemberitaan di wilayah Bandung Raya selama sepekan terakhir. Dari amatan redaksi, rentetan kejadian tragis menyita perhatian publik, mulai dari insiden ledakan mortir yang menewaskan tiga orang di Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, proyek benteng kosan berujung maut di Sumedang, penemuan jasad tanpa identitas di Sungai Citarum, sidang pengangkatan anak oleh Ridwan Kamil, hingga penangkapan pelaku tabrak lari maut di kawasan Pasteur, Kota Bandung.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Tragedi memilukan melanda warga Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, ketika sebuah peluru mortir 81 Komando meledak pada Rabu (08/07). Insiden ini menewaskan tiga orang warga setempat bernama Ade (21), Suhri (40), dan Rodiana (40). Menurut keterangan Kapolres Cimahi AKBP Niko N. Adi Putra, peristiwa bermula ketika ketiga korban membawa pulang mortir yang mereka temukan di sekitar area latihan militer ke rumah Ade.
Berdasarkan penyelidikan kepolisian, ketiga korban diduga kuat mengotak-atik mortir tersebut menggunakan palu dan pahat, layaknya selongsong peluru kosong yang biasa mereka kumpulkan untuk dijual kembali. "Jadi dibawa ke rumahnya, dan diduga seperti itu (diotak-atik) karena di situ ada beberapa peralatan untuk mereka bekerja," ujar Niko. Pihak Pusdikif menegaskan bahwa area latihan tersebut terlarang bagi warga sipil dan prosedur pembersihan amunisi gagal meledak (disposal) selalu dilakukan secara berkala demi keamanan.
Beralih ke peristiwa lain, sebuah proyek pembangunan rumah kos di Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, berubah menjadi petaka pada Jumat (10/07). Tembok penahan tebing (TPT) setinggi delapan meter tiba-tiba ambruk dan menimbun pekerja yang tengah menggali fondasi. Menurut Kapolsek Jatinangor Kompol Rogers Thomas, getaran dari proses penggalian diduga memicu robohnya struktur tersebut, menyebabkan seorang pekerja bernama Dodo (45) meninggal dunia, sementara rekannya, Ikun (60), mengalami luka-luka.
Sementara itu, dari pantauan redaksi di aliran Sungai Citarum, sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan mengambang di kawasan Curug Jompong, Kabupaten Bandung, pada Rabu (08/07). Jasad Mr. X yang mengenakan pakaian lengkap berupa kaos hitam dan celana pangsi tersebut langsung dievakuasi oleh petugas kepolisian bersama tim Inafis ke RS Sartika Asih guna keperluan autopsi dan identifikasi lebih lanjut.
Di tempat lain, mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendatangi Pengadilan Agama Bandung pada Rabu (08/07) untuk mengurus legalitas pengangkatan anak asuhnya, Arkana Aidan Misbach. Berdasarkan keterangan kuasa hukumnya, Wenda Aluwi, permohonan ini diajukan secara mandiri oleh Ridwan Kamil sebagai orang tua tunggal pasca-perceraiannya dengan Atalia Praratya. Proses persidangan berjalan lancar dan kini hanya tinggal menunggu agenda putusan hakim yang dijadwalkan pada pekan depan.
Menutup rangkaian peristiwa sepekan, pelarian R (23), mahasiswa pelaku tabrak lari maut di Jalan Dr. Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung, akhirnya berakhir setelah diringkus polisi di Kabupaten Majalengka pada Jumat (10/07) malam. Kecelakaan yang terjadi pada Rabu (08/07) malam tersebut mengakibatkan seorang ibu rumah tangga bernama Ellyra Dhamayastri (48) meninggal dunia akibat luka berat, sementara suaminya mengalami luka ringan.
Menurut Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung AKP Fiekry Adi Perdana, pelaku menyenggol sepeda motor korban saat hendak menyalip dan langsung tancap gas karena panik. Hasil tes urine menunjukkan pelaku negatif dari pengaruh narkoba maupun alkohol, namun R tetap dijerat pasal berlapis terkait tabrak lari karena dengan sengaja mengabaikan keselamatan korban dan melarikan diri dari tempat kejadian perkara.