Presiden FIFA Gianni Infantino kembali menjadi pusat perhatian publik di tengah tensi tinggi fase gugur Piala Dunia 2026. Berdasarkan pantauan redaksi, kehadirannya dalam laga perempat final yang mempertemukan Inggris dan Norwegia memicu gelombang kritik, terutama dari para pendukung tim nasional Inggris, akibat pilihan sosok yang mendampinginya di tribun kehormatan.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut sejumlah laporan, Infantino selama ini memang kerap dikelilingi oleh tokoh-tokoh penting, termasuk kedekatan politisnya dengan Donald Trump dalam perhelatan turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini. Namun, dalam pertandingan krusial kali ini, keputusan sang presiden badan sepak bola dunia untuk duduk bersama keluarga kerajaan Norwegia dianggap telah mencederai prinsip netralitas.
Dari amatan tim redaksi di tribun stadion, area VIP tempat Infantino menonton sebenarnya dipenuhi oleh para legenda sepak bola dunia seperti Ronaldo Nazario, Kaka, Alessandro Del Piero, dan Cafu yang duduk tepat di belakangnya. Meski demikian, kamera siaran langsung justru menangkap momen saat Infantino duduk berdampingan secara intim dengan Pangeran Mahkota Norwegia, Haakon Magnus.
Kehadiran Magnus sebagai tamu khusus di sebelah pemimpin tertinggi FIFA itu langsung menuai reaksi keras di media sosial, dengan banyak pihak menuduh adanya keberpihakan. Salah seorang penggemar meluapkan kekesalannya di platform X dengan menulis, "Infantino duduk di sebelah tamu istimewanya - yang ternyata adalah Pangeran Norwegia. Sama sekali tidak bias - dia bahkan tidak berusaha menyembunyikannya."
Kritik serupa juga datang dari suporter lain yang menilai situasi tersebut tidak patut terjadi dalam kompetisi resmi. "Infantino seharusnya tidak duduk bersama pangeran mahkota Norwegia, tentu saja," tulis netizen lainnya. Sementara itu, seorang penonton berspekulasi bahwa posisi duduk tersebut seolah menunjukkan bahwa sang presiden sudah mengetahui siapa yang akan dia selamati di akhir laga.
Berdasarkan sentimen yang berkembang di kalangan suporter, kedekatan ini juga dikaitkan dengan beberapa keputusan kontroversial dari video asisten wasit (VAR) selama pertandingan berlangsung, termasuk pembatalan hukuman penalti untuk pemain Inggris, Djed Spence. Sentimen publik menuduh keputusan-keputusan di lapangan tidak lepas dari pengaruh kehadiran sang pangeran.
Sejauh ini, Infantino terus mendapat tekanan dan kritik tajam dari berbagai tokoh sepak bola, termasuk mantan manajer Liverpool Jurgen Klopp, atas berbagai kebijakan dan keputusannya sepanjang turnamen ini. Walaupun diterpa isu keberpihakan di tribun VIP, Inggris pada akhirnya sukses membungkam spekulasi tersebut di lapangan hijau.
Menurut hasil akhir pertandingan, skuad Tiga Singa berhasil memastikan tiket ke babak semifinal setelah menundukkan Norwegia dengan skor 2-1 berkat dua gol dari Jude Bellingham. Di babak semifinal nanti, Inggris dijadwalkan akan menghadapi tantangan berat dari Argentina yang dipimpin oleh Lionel Messi.