Di tengah keriuhan dunia yang kerap mengabaikan keringat kaum papa, sebuah ikhtiar lahir dari rahim tanah Pasundan. Migimo, platform digital berbadan hukum koperasi yang mendedikasikan dirinya untuk ekosistem ekonomi Pekerja Migran Indonesia (PMI), terpilih menjadi satu dari sepuluh startup yang lolos ke sesi Artha Investor Speed Dating dalam rangkaian Bandung Startup Pitching Day "Impactful Innovation and Beyond". Langkah berani ini terjadi pada Rabu, 24 Juni 2026, digerakkan oleh Student Association of Entrepreneurship ITB (Artha) yang berkolaborasi dengan DKST ITB Innovation Park, SBM ITB, Startup Bandung, Innovation Factory, dan Geek Hunter.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan Humas Jabar, pencapaian ini terasa begitu ganjil sekaligus istimewa. Di antara puluhan perusahaan rintisan yang bertarung memperebutkan perhatian pemodal, Migimo berdiri tegak sebagai satu-satunya startup berbasis koperasi yang berhasil menembus ruang eksklusif tersebut. Di dalam Gedung Freeport SBM ITB, tempat forum temu bisnis itu diselenggarakan, Migimo bersanding bersama sembilan entitas lainnya seperti Flame Street, MilkyButter Bakehouse, Saiba Donburi, Ezwift Research & Technology, Tanabur, Sustainesia, Aramaya, Natannce Corporation, dan Focuzen.
Menurut Tata Sugiarta, Founder & CEO Migimo yang juga merupakan purna PMI penempatan Jepang sekaligus Ketua Pekerja Migran Indonesia Nasional untuk Jawa Barat, ada kegelisahan mendalam yang mereka bawa ke hadapan para investor. Migimo memanggul satu keyakinan mutlak: keuntungan dari remitansi sudah semestinya dikembalikan kepada pemilik sahnya, yaitu para Pekerja Migran Indonesia itu sendiri. Sebuah ironi besar terpampang nyata ketika lima juta PMI di 86 negara menyumbang remitansi lebih dari Rp253 triliun per tahun, namun keuntungan transaksi sebesar Rp12 hingga Rp32 triliun justru mengalir ke kantong operator remitansi.
Melalui mekanisme Economic Sharing Remittance (ESR), Migimo mencoba meruntuhkan paradoks purba tersebut. Model ini memastikan keuntungan transaksi dikembalikan kepada PMI dalam kapasitas mereka sebagai anggota koperasi. Dalam ikhtiar ini, Tata Sugiarta tidak sendirian; ia didampingi oleh Dadan Syarifudin sebagai Business Development & Operations Lead dan Teguh Ari Prianto sebagai Community Building Lead, menyusun barisan untuk sebuah perlawanan ekonomi yang sunyi namun pasti.
Berdasarkan data operasional mereka, Migimo tidak sekadar datang dengan angan-angan kosong di hadapan para pemodal. Mereka menyodorkan bukti konkret berupa lebih dari 100 pengguna awal aktif yang tersebar di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, bahkan jaringan mereka telah menjangkau hingga Pennsylvania, Amerika Serikat. Keabsahan gerak mereka pun telah dipayungi oleh Hak Cipta Nomor 001058913 dan Merek Terdaftar Nomor IDM001418728 dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, serta kemitraan strategis bersama Bank Mandiri selaku Penyelenggara Jasa Pembayaran berizin Bank Indonesia.
Keterlibatan dalam Artha Investor Speed Dating 2026 seolah mengukuhkan deretan prestasi yang diraih Migimo dalam waktu singkat. Sebelumnya, mereka telah dinobatkan sebagai Best Impact & Sustainability pada Venture Connect 2025 oleh Komdigi, masuk dalam Top 38 Startup Layak Didanai ICEFF 2025 oleh Kementerian Ekonomi Kreatif, hingga menembus Top 7 Startup Lab Jakarta pada program Lunch & Launch 2025 Garuda Spark Komdigi. Kiprah ini menjadi saksi bahwa badan hukum koperasi bukan sekadar masa lalu yang usang, melainkan sebuah kekuatan yang relevan di tengah modernisasi teknologi Jawa Barat.