Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dilaporkan kian meluas dalam sepekan terakhir. Guna menanggulangi situasi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mengerahkan bantuan helikopter pengebom air untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses oleh tim darat.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan di lapangan, operasi pemadaman udara perdana telah dilepaskan sejak Selasa lalu di kawasan Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Langkah taktis ini terpaksa diambil menyusul lonjakan signifikan jumlah titik api di wilayah tersebut.
Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, eskalasi kebakaran yang tinggi membuat tim darat kewalahan. "Dalam sepekan terakhir kejadian karhutla di Kabupaten Kotim cukup banyak. Ada yang bisa kami tangani melalui operasi darat, namun ada juga yang membutuhkan dukungan operasi udara. Karena itu kami mengajukan bantuan helikopter water bombing ke Posko Penanggulangan Bencana Karhutla Provinsi Kalimantan Tengah dan sejak Selasa sore pemadaman menggunakan heli sudah mulai dilakukan," ujarnya.
Dari pantauan redaksi, ancaman karhutla kali ini kian mengkhawatirkan lantaran amukan api juga mendekati kawasan vital transportasi. Selain melalap Desa Eka Bahurui, kebakaran lahan terdeteksi berada di sekitar jalur lepas landas dan pendaratan Bandara H Asan Sampit, tepatnya di kawasan Jalan Tjilik Riwut.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, kabut asap pekat berpotensi mengganggu jadwal penerbangan komersial di bandara tersebut jika tidak segera diatasi. Situasi di lapangan kian pelik lantaran petugas pemadam kebakaran di darat terus mengeluhkan minimnya pasokan sumber air di sekitar area Bandara H Asan Sampit.