Warga di kawasan Medan Utara menyampaikan berbagai keluhan secara langsung kepada Wali Kota Medan Rico Waas terkait permasalahan mendasar di wilayah mereka. Salah satu isu utama yang menjadi sorotan adalah sulitnya akses pengurusan administrasi kependudukan (adminduk) akibat jarak fasilitas yang terlalu jauh.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pernyataan seorang warga Medan Labuhan bernama Sipahutar, masyarakat setempat harus menempuh perjalanan jauh untuk menjangkau fasilitas pelayanan yang ada. "Kalau warga di sini mau mengurus administrasi kependudukan, terkadang aksesnya sulit karena mal pelayanan publik (MPP) lokasinya cukup jauh dari sini," ujar Sipahutar dalam acara sapa warga di Masjid Al Hijrah, Kompleks BTN, Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan.
Menurut Sipahutar, kehadiran sebuah Mal Pelayanan Publik di kawasan Medan Utara, seperti di daerah Belawan, akan menjadi solusi konkret untuk mempermudah urusan birokrasi warga. Selain masalah adminduk, ia juga menyoroti ironi tingginya angka pengangguran di kalangan generasi muda setempat, padahal wilayah mereka berada dekat dengan kawasan industri aktif.
Menanggapi desakan tersebut, Wali Kota Rico Waas menjelaskan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pengurusan dokumen penting seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP kini sudah mulai dialihkan ke kantor kecamatan setempat. "Tahun ini insyaallah seluruh kecamatan bisa menerapkannya. Selain itu, Pemko Medan juga akan kembali menggelar MPP Road show agar mempermudah warga," sebut Rico Waas.
Dari pantauan redaksi di lokasi pertemuan, dialog antara warga dan kepala daerah ini juga diwarnai keluhan mengenai banjir kronis yang kerap merendam pemukiman. Hera, seorang warga setempat, menceritakan betapa melelahkannya menghadapi banjir tahunan yang berulang, terutama dampaknya bagi kelompok rentan seperti lansia. Ia mengusulkan agar pemerintah membangun benteng pembatas yang kokoh di sekeliling kompleks.
Terkait masalah banjir ini, Wali Kota menegaskan komitmennya dan telah menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) untuk segera melakukan perencanaan pembenahan infrastruktur secara menyeluruh. Pengamatan tim redaksi menunjukkan infrastruktur drainase di kawasan Medan Labuhan memang memerlukan normalisasi segera demi mencegah luapan air di musim hujan.
Persoalan keamanan lingkungan akibat matinya Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) juga turut disuarakan oleh warga bernama Titi, yang mengkhawatirkan maraknya aksi kriminalitas jalanan seperti begal. Menutup tanggapannya, Rico Waas memerintahkan Dinas Perhubungan untuk segera memperbaiki lampu jalan yang rusak dan berkoordinasi dengan PLN untuk mengganti tiang listrik yang sudah tidak layak.