Di tengah hiruk-pikuk perkembangan zaman yang menuntut ketangguhan, Pemerintah Kota Malang kembali mengukir catatan penting dalam panggung tata kelola pemerintahan nasional. Melalui penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2026 yang digelar di Medan, Kamis (2/7/2026), inovasi digital yang diusung oleh kota pendidikan ini menuai pujian mendalam. Forum bertema "Kota Tangguh, Bangsa Berdaulat" tersebut seketika menjadi saksi bagaimana sebuah daerah menjawab tantangan eksistensial melalui kreativitas yang konkret.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pengamatan tim redaksi di lokasi acara, atmosfer optimisme menyeruak ketika Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto membuka jalannya Rakernas. Dalam pidatonya, Bima Arya menyampaikan kekaguman yang datang langsung dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian atas transformasi digital di Kota Malang. Bagi kementerian, keberhasilan sebuah wilayah tidak lagi sekadar ditentukan oleh melimpahnya potensi bawaan, melainkan oleh keteguhan kepemimpinan dan keberanian memotong birokrasi yang usang.
"Praktik-praktik terbaik ada di kawan-kawan kepala daerah sendiri. Ragam inovasi digital untuk peningkatan PAD ada di sini semua, yang ada di Kota Malang. Kami dengan bangga menyaksikan bagaimana sosok-sosok kepala daerah melakukan aksi-aksi nyata berinovasi ketinementang mengeluh. Best practice-nya banyak," tutur Bima Arya di hadapan para pemimpin kota se-Indonesia.
Dari pantauan redaksi, sorotan utama tertuju pada Aplikasi Online Restoran dan Sumber Pajak Daerah Lainnya (PERSADA), sebuah sistem mutakhir yang diinisiasi oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang. Aplikasi ini dipandang melampaui sekadar alat administratif; ia adalah manifestasi transparansi yang menekan potensi kebocoran pendapatan secara signifikan dan menyajikan data kepatuhan wajib pajak secara real-time.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menegaskan bahwa PERSADA lahir dari kesadaran akan pentingnya beradaptasi dengan masa depan. "Tujuan kami adalah membangun ekosistem perpajakan daerah yang inklusif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi," jelas Wahyu dengan nada penuh keyakinan saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Keberhasilan ini tidak berhenti sebagai pencapaian internal belaka. Kebermanfaatan PERSADA yang nyata dalam mendongkrak penerimaan pajak hotel dan restoran telah memikat daerah lain untuk mereplikasinya, seperti Kabupaten Bangkalan, Kota Pekanbaru, dan Kabupaten Lombok Barat. Momentum Rakernas ini bahkan diperkuat dengan penandatanganan kerja sama formal antara Pemerintah Kota Malang dan Pemerintah Kota Payakumbuh, menandai babak baru kolaborasi antardaerah demi mewujudkan tata kelola yang tangguh dan berkelanjutan.