Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) skala besar tengah dilangsungkan di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Langkah ini diambil menyusul kecelakaan laut yang menimpa kapal penumpang KM Nurul Salsa hingga menyebabkan puluhan orang hilang.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Basarnas Kelas A Makassar, kapal nahas tersebut awalnya dilaporkan mengangkut 50 orang penumpang ketika bertolak dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7) sekitar pukul 05.00 WITA. Namun, setelah tim melakukan verifikasi ulang di lapangan, jumlah manifes sebenarnya diketahui mencapai 70 orang.
Menurut Kepala Basarnas Makassar, Muhammad Arif Anwar, ketidaksesuaian data awal ini sempat menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. "Data awal kami terima menyebut jumlah penumpang sebanyak 50 orang. Namun setelah diverifikasi ulang bersama pihak terkait, keseluruhan orang di kapal mencapai 70 orang. Saat ini tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap 24 orang yang belum ditemukan," ujar Arif di Makassar.
Dari pantauan redaksi, petaka bermula ketika kapal mengalami mati mesin di tengah laut yang berjarak sekitar 43 mil laut (NM) dari Pelabuhan Benteng Selayar. Situasi diperparah oleh kondisi perairan yang membuat kapal terombang-ambing sebelum akhirnya dilaporkan karam.
Upaya penyelamatan darurat segera dilakukan sesaat setelah laporan kecelakaan diterima pihak berwenang. Beruntung, sebuah kapal lain yakni KM Harapan Kita yang tengah melintas dari Pulau Jampea berhasil melakukan evakuasi penyelamatan pertama pada Kamis (16/7) dini hari sekitar pukul 04.00 WITA.
Sebanyak 41 orang penumpang beserta awak kapal berhasil dievakuasi ke atas KM Harapan Kita di titik yang berjarak sekitar 18 mil laut dari lokasi awal kejadian. Sementara itu, amatan tim redaksi menunjukkan aksi cepat tanggap dari nelayan lokal juga berhasil menyelamatkan enam korban lainnya dan membawa mereka ke Pulau Polassi.
Arif Anwar menegaskan bahwa fokus utama tim SAR gabungan saat ini adalah menyisir area yang telah dipetakan lewat sistem Search and Rescue Planning (Sarmap). Kendati demikian, ia mengakui proses pendataan korban masih dinamis karena petugas di posko darurat masih terus mencocokkan laporan dengan pihak keluarga korban.
"Data korban ini masih belum valid, karena pihak tim SAR gabungan masih menunggu informasi dari pihak keluarga, dan mudah-mudahan tidak ada lagi laporan adanya pihak keluarga yang berada dalam KM Nurul Salsa tersebut," tambah Arif.
Hingga laporan ini diturunkan, operasi SAR gabungan yang melibatkan Tim Rescue Pos SAR Selayar, Basarnas Makassar, TNI AL menggunakan KRI Marlin 877, BPBD, Kepolisian Air (Polair), syahbandar, serta relawan nelayan setempat masih terus diupayakan di tengah kondisi cuaca perairan Selayar yang menantang.