Di tengah bentang waktu yang terus bergulir, manusia selalu berkejaran dengan kewajiban yang mengikatnya pada tatanan sosial. Menyadari beban jarak yang kerap menjadi sekat, Gubernur Banten, Andra Soni, mengambil langkah nyata dengan meresmikan Payment Point Gerai Samsat. Langkah inovatif ini dihadirkan sebagai penawar atas kepelikan birokrasi, sebuah upaya sungguh-sungguh untuk mendekatkan pelayanan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) langsung ke urat nadi kehidupan masyarakat. Berdasarkan catatan resmi, momentum peresmian ini dilaksanakan dengan khidmat di Aula Kantor Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Program yang diinisiasi oleh Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten ini lahir dari rahim kolaborasi yang erat antarberbagai pemangku kepentingan. Dari pantauan redaksi di lapangan, Kabupaten Tangerang sengaja dipilih sebagai daerah percontohan awal sebelum meluaskan sayapnya ke seluruh pelosok kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Melalui manifestasi gerai baru ini, masyarakat kini memiliki pilihan ruang yang lebih dekat dari ambang pintu rumah mereka untuk menunaikan kewajiban tahunannya.
Melalui Payment Point Gerai Samsat, wajib pajak tidak lagi dipaksa menghabiskan waktu berharga di jalanan yang bising menuju kantor Samsat pusat. Konsep pelayanan ini mengadaptasi keluwesan agen perbankan modern yang telah akrab dalam keseharian urban. Menurut pengamatan tim redaksi, dengan ketukan sistem yang terintegrasi secara aman, cepat, dan transparan, proses pembayaran kini bertransformasi menjadi sebuah ritus yang begitu sederhana.
"Harapan kita masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih dekat dan lebih cepat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor," ujar Andra Soni dengan nada penuh optimisme saat memberikan sambutan di hadapan para undangan.
Lebih jauh sang Gubernur menjelaskan bahwa pada fase awal, layanan ini akan mengakar di 29 kantor kecamatan serta 10 kelurahan di wilayah Kabupaten Tangerang. Namun, ambisi Pemprov Banten tidak berhenti di sana; mereka menargetkan perluasan jaringan hingga menyentuh 1.551 desa dan kelurahan di seluruh penjuru Banten. Berdasarkan penuturan Andra Soni, kemudahan yang ditawarkan ini diyakini mampu menggugah kesadaran dan kepatuhan warga, yang pada akhirnya akan memperkokoh Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi menyokong pembangunan.
"Semakin mudah masyarakat membayar pajak, semakin besar pula kontribusinya terhadap pembangunan di Provinsi Banten," pungkasnya menekankan makna kolektif dari setiap rupiah yang disetorkan warga.
Dari perspektif regulasi, pengembangan inovasi ini juga merupakan ejawantah dari implementasi Undang-Undang tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (HKPD). Melalui keterpaduan sistem digital, bagi hasil pajak kini dapat mengalir secara real-time kepada pemerintah kabupaten dan kota. Andra Soni juga menegaskan bahwa kemitraan strategis dengan Bank BJB sama sekali tidak mengusik posisi PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Bank Banten) dalam mengelola Rekening Kas Umum Daerah (RKUD). Semua ini adalah harmoni sinergi demi kemudahan traksaksi digital rakyat.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Banten, Berly Rizki Natakusumah, menyatakan bahwa esensi dari program ini adalah memangkas jarak geografis yang melelahkan. "Sekarang masyarakat bisa membayar pajak lebih dekat dari rumah, lebih cepat, dan lebih mudah," tutur Berly secara lugas.
Berdasarkan rencana strategis Bapenda Banten, perluasan masif ke daerah lain akan segera digulirkan bertahap dengan target ambisius mendirikan 5.000 hingga 10.000 Agen Samsat Banten. Tim redaksi mengamati sejumlah titik layanan yang kini telah siap beroperasi di Kabupaten Tangerang meliputi Samsat Balaraja, Gerai Kronjo, Gerai Pasar Kemis, Gerai Gembong Balaraja, Gerai Supermall Lippo Karawaci, hingga Mal Pelayanan Publik Balaraja.
Upacara peresmian yang penuh harapan ini turut disaksikan oleh figur-figur penting daerah, di antaranya Wakil Ketua DPRD Banten Yudi Budi Wibowo, Ketua TP PKK Tinawati Andra Soni, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sofwan Kurnia, serta Direktur Utama Bank BJB Ayi Subarna, yang bersama-sama berkomitmen mengawal babak baru pelayanan publik yang lebih humanis di tanah Banten.