Di tengah bentang waktu yang terus bergulir, manusia selalu mencari harmoni di antara ketertiban dan pengabdian. Pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Kepolisian Republik Indonesia, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan ucapan selamat yang sarat makna atas dedikasi korps baju cokelat tersebut. Dari pantauan redaksi di lapangan, momentum historis ini terasa kian khidmat karena jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Banten baru saja dianugerahi penghargaan prestisius Samkaryanugraha Nugraha Sakanti langsung dari pusat kekuasaan negara.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →"Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri, khususnya Polda Banten, terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Kami berterima kasih atas pengabdian selama ini. Alhamdulillah, koordinasi berjalan dengan baik," ucap Andra Soni dengan nada penuh ketegasan yang sunyi pasca mengikuti rangkaian upacara resmi di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Banten, Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, Banjarsari, Kota Serang.
Berdasarkan pandangan sang Gubernur, pencapaian dan deru roda pembangunan yang bergulir di ranah Banten tidak pernah berdiri sendiri; ia senantiasa ditopang oleh tangan-tangan kepolisian yang menjaga kedamaian. Sinergi yang kokoh ini dinilai sebagai fondasi mutlak demi menjamin rasa aman kolektif. Menurut pengamatan tim redaksi, penghargaan Samkaryanugraha Nugraha Sakanti yang diserahkan oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Polda Banten merupakan bentuk pengakuan konkret atas jasa luar biasa dalam merajut persatuan dan kesatuan bangsa.
Dalam dinamika upacara yang berjalan dengan disiplin tinggi tersebut, Inspektur Upacara Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Banten Brigjen Pol. Hendra Wirawan membacakan amanat tertulis dari Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Banten Irjen Pol. Hengki. Amanat tersebut menekankan urgensi adaptasi bagi institusi yang hidup di era modern. Setiap personel dituntut untuk terus mengasah kompetensi diri, menguasai kecanggihan teknologi, serta merawat integritas moral yang tidak boleh goyah oleh godaan zaman.
"Jadilah polisi yang hadir sebelum masyarakat meminta, mampu menjadi solusi ketika masyarakat menghadapi persoalan, dan tetap tegas dalam menegakkan hukum dengan menjunjung tinggi keadilan dan hak asasi manusia," tutur Brigjen Pol. Hendra Wirawan menirukan pesan mendalam tersebut. Dari pengamatan tim redaksi, seruan ini mengonfirmasi komitmen kepolisian untuk menjadi pelindung yang humanis, bukan sekadar simbol kekuasaan.
Berdasarkan amanat yang dibacakan, seluruh anggota Polri diingatkan kembali akan pentingnya menjaga kesucian korps dengan menjauhi penyalahgunaan wewenang serta perilaku yang mencoreng nama baik institusi di mata publik. Kehormatan bayangkara sejati dibentuk dari setiap tindakan nyata di jalanan, di desa-desa, dan di tengah kerumunan massa yang membutuhkan keadilan. Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini pada akhirnya menjadi sebuah cermin besar bagi seluruh komponen bangsa untuk mempererat solidaritas di bawah payung pengabdian yang tanpa pamrih.