Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, meluncurkan langkah strategis baru dalam pengelolaan warisan sejarah dengan menggandeng Kodam II/Sriwijaya untuk merevitalisasi kawasan Benteng Kuto Besak (BKB). Sinergi ini bertujuan untuk mentransformasi situs bersejarah tersebut menjadi destinasi wisata cagar budaya unggulan yang aman dan menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan keterangan Asisten I Setda Kota Palembang, Sulaiman Amin, otoritas kota terus mematangkan rencana kerja sama teknis ini. Pertemuan koordinasi yang digelar bersama pihak militer secara khusus berfokus pada persiapan infrastruktur pendukung, termasuk membuka dan menata area bagian dalam Bastion agar dapat diakses oleh publik sebagai ruang edukasi dan wisata.
Menurut Sulaiman Amin, dokumen perencanaan berupa Detail Engineering Design (DED) telah rampung disusun oleh Dinas Kebudayaan Kota Palembang sebagai kompas pelaksanaan di lapangan. "Mengingat kawasan Bastion merupakan bagian dari cagar budaya, pelaksanaan revitalisasi dilakukan dengan prinsip kehati-hatian," ujarnya menegaskan. Pihak pemerintah menjamin restorasi ini akan melibatkan tim ahli cagar budaya agar tidak merusak struktur asli bangunan.
Dari pantauan redaksi, kawasan BKB selama ini memegang peran sentral dalam lanskap sejarah Kota Palembang. Melalui proyek penataan ini, prioritas awal pengerjaan akan difokuskan pada dua titik utama, yakni Bastion I yang menghadap langsung ke Sungai Musi serta area Lawang Lonceng, yang juga akan dilengkapi dengan fasilitas Tourist Information Center (TIC).
Berdasarkan penjelasan Kepala Kesehatan Kodam II/Sriwijaya, Kolonel Ckm dr Maksun Pandelima, pembukaan akses serta perbaikan sarana prasarana ini diproyeksikan selesai dalam waktu dekat. Proyek ambisius ini ditargetkan rampung secara optimal sebelum awal Oktober 2026 dengan mempertimbangkan kesiapan teknis di lapangan, guna memastikan nilai sejarah benteng tetap lestari di tengah modernisasi fasilitas.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa kolaborasi ini menjadi preseden penting dalam pengelolaan aset sejarah yang dikuasai institusi pertahanan agar bisa dimanfaatkan untuk kepentingan publik. Jika penataan ini berjalan sesuai rencana, ikon pariwisata di tepian Sungai Musi ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian lokal melalui sektor pariwisata.