Di tengah bentangan kota yang terus menggeliat, pembangunan tidak pernah menjadi sebuah jalan sunyi yang ditempuh sendirian. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan Kota Medan mutlak membutuhkan sinergisitas yang erat dari seluruh elemen masyarakat, termasuk dari kalangan insan pers. Menghadapi dinamika perkotaan yang kian kompleks, kehadiran media massa bukan lagi sekadar pencatat peristiwa, melainkan pemantik kesadaran kolektif.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan pandangan Rico Waas, berbagai persoalan pelik yang dihadapi kota ini, mulai dari penanganan banjir hingga penyelenggaraan fasilitas publik, memerlukan sudut pandang yang jernih dan konstruktif. Kota yang hidup adalah kota yang mampu berdialog dengan masalahnya sendiri. Oleh karena itu, ia berharap pers tidak hanya berhenti pada batas memotret kegelisahan sosial, melainkan mampu melangkah lebih jauh dengan menghadirkan jurnalisme solutif yang menawarkan jalan keluar.
Menurut orang nomor satu di Pemko Medan tersebut, keberhasilan sebuah pembangunan pada akhirnya tidak boleh hanya diukur dari megahnya deretan gedung bertingkat, bentangan jalan yang mulus, ataupun angka-angka investasi yang masuk. Pembangunan yang sejati baru benar-benar bermakna ketika menyentuh aspek kemanusiaan dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, gerak pembangunan ini juga selaras dengan berbagai agenda sosial dan internasional yang tengah dipersiapkan di Kota Medan. Mulai dari rencana peringatan Hari Anak oleh Lion Club di kawasan Lapangan Merdeka, hingga kunjungan delegasi Hyejeon University dari Korea Selatan yang diharapkan mampu mendorong potensi kuliner lokal. Semua momentum ini, menurut Rico Waas, harus dijaga dalam bingkai toleransi dan keberagaman yang selama ini menjadi motor penggerak sosial masyarakat Medan.