Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menargetkan pembangunan fisik megaproyek Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin akan dimulai pada September 2026. Kepastian ini muncul setelah pihak konsorsium pengembang menyelesaikan serangkaian tahapan persiapan krusial untuk proyek strategis tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, pemerintah provinsi bersama pihak konsorsium telah menggelar rapat koordinasi khusus di Griya Agung, Palembang, untuk membahas percepatan proyek. "Kalau pembangunan fisiknya diperkirakan mulai sekitar September atau Oktober. Semuanya harus berjalan sesuai dengan koridor aturan dan hukum yang berlaku," kata Herman Deru saat memberikan keterangan di Palembang.
Berdasarkan hasil kesepakatan dalam rapat koordinasi tersebut, seluruh anggota konsorsium menyetujui penggunaan nama baru untuk proyek ini, yakni PT Pelabuhan Internasional Samudra Tanjung Carat. Identitas baru ini menggantikan nama proyek terdahulu yang sempat dikenal publik sebagai Palembang New Port.
"Nama ini kita pilih sesuai kesepakatan konsorsium. Ini bukan sekadar nama, tetapi simbol kebangkitan. Jadi tadi juga sudah rapat membahas percepatan pembangunan fisik di Tanjung Carat," ujar Herman Deru menambahkan.
Dari pantauan redaksi, struktur kepemilikan saham di dalam tubuh konsorsium ini dipastikan tidak mengalami perubahan. Perusahaan pelat merah PT Pelindo tetap bertindak sebagai pemegang saham mayoritas, berkolaborasi dengan pihak swasta Samudera Pasai serta anak perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat.
Melalui proyek infrastruktur skala besar ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berharap konektivitas logistik di wilayah tersebut dapat meningkat tajam guna menopang pertumbuhan ekonomi daerah. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, keberadaan pelabuhan laut dalam (deep sea port) memang menjadi kebutuhan mendesak bagi komoditas unggulan Sumsel agar bisa langsung diekspor tanpa ketergantungan pada provinsi tetangga.
Sebelum proses konstruksi benar-benar dimulai di lapangan, Gubernur Herman Deru juga mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat patuh terhadap aturan hukum. Ia menekankan pentingnya merampungkan seluruh proses administrasi dan perizinan tanpa ada yang terlewat. "Doakan saja mudah-mudahan pelaksanaannya segera dimulai," tuturnya menutup perbincangan.