Di tengah deburan ombak Pantai Santolo yang terus mengikis pesisir Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, manusia-manusia laut berkumpul merayakan eksistensi mereka melalui tradisi tahunan Hajat Laut. Namun, di antara ritus budaya dan pencarian makna hidup yang sunyi itu, negara hadir dalam bentuk yang paling birokratis sekaligus manusiawi. Pada Minggu, 5 Juli 2026, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut menerjunkan Tim Jemput Bola (Jembol) di Kantor Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Santolo, sebuah upaya nyata untuk mendekatkan keadilan administratif bagi mereka yang kerap terlupakan oleh jarak.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan laporan jalannya kegiatan, layanan terpadu yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB ini sengaja membaur dengan keriuhan festival rakyat. Langkah ini diambil agar para nelayan, yang seluruh hidupnya dihabiskan untuk menantang takdir di laut lepas, dapat memperoleh hak sipil mereka tanpa harus kehilangan waktu melaut atau menempuh perjalanan melelahkan menuju pusat kota. Sepanjang tujuh jam pelayanan tersebut dijalankan, antusiasme warga pesisir membuktikan bahwa kebutuhan akan identitas diri adalah bagian dari perjuangan menegakkan martabat di hadapan hukum.
Menurut data resmi yang dihimpun di lapangan, Tim Jembol berhasil memproses total 188 layanan dokumen administrasi kependudukan. Angka kemanusiaan tersebut mencakup pencetakan 56 keping KTP-el, perekaman biometrik bagi 12 warga baru, penerbitan 27 berkas Kartu Keluarga, pencetakan 2 lembar Akta Kematian, serta penyelesaian 2 berkas perpindahan penduduk. Kesadaran akan masa depan juga tampak nyata melalui penerbitan 89 lembar Akta Kelahiran, di mana 32 di antaranya diberikan khusus untuk anak-anak usia balita.
Berdasarkan pernyataan Kepala Disdukcapil Kabupaten Garut, Rena Sudrajat, integrasi pelayanan administrasi kependudukan dengan ruang kebudayaan lokal merupakan sebuah keniscayaan strategi yang sangat efektif. "Kehadiran Tim Jembol di acara Hajat Laut Santolo ini adalah bukti bahwa pelayanan pemerintah yang modern bisa berbaur harmoni dengan kearifan lokal. Saudara-saudara kita di pesisir, terutama para nelayan yang di hari biasa sangat sibuk melaut, kini bisa mengurus KTP atau Akta Kelahiran anak-anak mereka dengan santai dan mudah sambil menikmati perayaan Hajat Laut," tutur Rena penuh apresiasi.
Bagi Rena Sudrajat, upaya ini bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari komitmen yang tak boleh padam demi mewujudkan ketertiban sipil hingga ke pelosok terdalam. Kebebasan sejati warga negara dimulai ketika hak dasar mereka diakui oleh negara secara mutlak tanpa syarat yang memberatkan. "Dokumen kependudukan adalah hak dasar dan gerbang awal menuju kesejahteraan. Kami akan terus memastikan bahwa seluruh pelayanan Adminduk ini hadir lebih dekat, diproses dengan cepat, mudah, dan pastinya 100% GRATIS tanpa dipungut biaya apapun," pungkasnya menantang keterbatasan.