Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, menunjukkan perkembangan yang stabil. Badan Pusat Statistik (BPS) setempat mencatat laju pendataan lapangan oleh para petugas kini telah mencapai kisaran 1,3 hingga dua persen setiap harinya.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan keterangan Kepala BPS Kabupaten Penajam Paser Utara, Suko Haryono, proses pengumpulan data di lapangan sejauh ini berjalan beriringan dengan lini masa yang telah ditetapkan. Berdasarkan pantauan redaksi, pergerakan ratusan petugas di lapangan menjadi motor utama lancarnya program sepuluh tahunan ini.
"Tercatat kecepatan pendataan rata-rata kisaran 1,3 sampai dua persen per hari, dan pelaksanaan sesuai rencana," ujar Suko Haryono ketika memberikan pembaruan mengenai perkembangan Sensus Ekonomi 2026 di Penajam.
Menurut Suko Haryono, potret komprehensif dari sensus tahun ini sangat dinantikan untuk membaca peta perubahan ekonomi daerah, khususnya setelah Sensus Ekonomi 2016 menempatkan sektor perdagangan sebagai salah satu penopang utama ekonomi di Kabupaten Penajam Paser Utara.
Dalam pelaksanaan kali ini, instrumen sensus menyasar seluruh lini usaha tanpa terkecuali, mulai dari sektor pertanian, pertambangan dan penggalian, perdagangan, konstruksi, industri, penyediaan listrik dan air, hingga geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dari pengamatan tim redaksi, sebanyak 191 petugas dikerahkan penuh untuk menyisir wilayah Penajam sejak 15 Juni 2026 lalu, dan dijadwalkan merampungkan tugas mereka pada 31 Agustus 2026. Misi utamanya adalah memetakan jumlah riil serta sebaran pelaku usaha di wilayah tersebut.
Berdasarkan estimasi awal yang dihimpun dari data dasar Sensus Ekonomi 2016 serta integrasi data kementerian, lembaga, dan perangkat daerah, target awal menyasar sekitar 60.166 keluarga dan 29.058 unit usaha.
"Kemudian dipadukan dengan data kementerian, lembaga, dan perangkat daerah," jelas Suko Haryono mengenai basis data yang digunakan petugas.
Kendati demikian, Suko Haryono menambahkan bahwa angka estimasi tersebut belum mencakup temuan usaha-usaha baru di lapangan, sektor pertanian teranyar, ataupun usaha skala rumah tangga yang selama ini belum masuk dalam basis data resmi pemerintah.
Hingga pertengahan Juli ini, BPS mencatat akumulasi pendataan telah menyentuh angka 39,44 persen. Ini berarti sekitar 35.193 responden telah berhasil didata dari total target sementara yang berkembang menjadi 89.224 responden.
Melalui proses pendataan yang terus bergulir ini, hasil akhir sensus diharapkan mampu mengukur secara akurat penyerapan tenaga kerja di tiap-tiap sektor usaha, sekaligus menegaskan sektor mana yang memberikan kontribusi paling masif bagi perekonomian daerah setempat.