Suasana di rumah pribadi Bupati Langkat nonaktif, Syah Afandin alias Ondim, yang terletak di Kota Medan, Sumatra Utara, tampak sepi bak rumah hantu. Dari pantauan redaksi di lokasi, hampir tidak ada aktivitas berarti yang terlihat di kediaman tersebut pasca-dirinya terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Rumah mewah bertingkat dengan dominasi cat berwarna abu-abu di kawasan Jalan Setia Jadi tersebut terlihat sangat lengang. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, hanya ada dua unit mobil yang terparkir di halaman rumah, di mana salah satu di antaranya merupakan kendaraan dinas berpelat nomor merah.
Menurut informasi resmi dari komisi antirasuah, Syah Afandin ditangkap dalam operasi senyap yang digelar pada Kamis, 2 Juli 2026 lalu. Penangkapan Ondim ini diduga kuat berkaitan dengan keterlibatannya dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan suap pada Dinas Pendidikan serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat.
Meskipun kini tersandung kasus hukum, di mata para tetangga, Ondim dikenal sebagai sosok pribadi yang ramah dan dermawan karena kerap berbagi dengan masyarakat sekitar. Berdasarkan kesaksian warga, ia juga aktif dalam kegiatan keagamaan dan tercatat sebagai pengurus Badan Kenaziran Masjid (BKM) yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Spanduk yang memampang wajah Ondim sebagai pengurus bahkan masih terpasang jelas di halaman rumah ibadah tersebut.
"Beliau orangnya ramah dan sering bersosialisasi dengan warga di sini," ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya saat dimintai keterangan.
Kronologi penangkapan bermula saat tim penyidik KPK bergerak melakukan penindakan di kawasan Binjai dan mengamankan beberapa orang terduga. Setelah itu, petugas langsung mendatangi rumah pribadi Ondim di Medan dan mengamankannya tanpa perlawanan. Dari amatan di lapangan, Ondim sempat diboyong ke Mapolrestabes Medan untuk menjalani pemeriksaan awal sebelum akhirnya diterbangkan ke Jakarta guna proses hukum lebih lanjut.