Sesosok jasad pria paruh baya yang diidentifikasi sebagai Nuah Ginting (61) akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah sempat dilaporkan hilang selama sepekan. Korban sebelumnya dinyatakan hanyut terseret arus saat sedang memancing di kawasan Sungai Lau Biang, Kabupaten Karo, Sumatra Utara.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan keterangan resmi dari otoritas penyelamat setempat, kepastian penemuan korban diperoleh setelah tim evakuasi gabungan melakukan pencarian intensif selama enam hari penuh di sepanjang aliran sungai yang terkenal berarus deras tersebut.
"Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah enam hari pencarian," kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika, dalam pernyataan tertulisnya pada Selasa (7/7/2026).
Menurut kronologi yang dihimpun pihak kepolisian, peristiwa naas ini bermula pada Selasa (30/6) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban berpamitan untuk pergi memancing di pinggir Sungai Lau Biang, Desa Batu Karang, Kecamatan Payung. Namun, kekhawatiran mulai muncul ketika korban tak kunjung kembali ke rumah hingga larut malam.
Dari pantauan redaksi, pihak keluarga bersama warga setempat sempat berinisiatif melakukan penyisiran awal bersama personel Polsek Payung. Namun, ketika mereka mendatangi lokasi yang biasa dijadikan tempat memancing oleh korban, petugas hanya menemukan barang-barang pribadi miliknya seperti parang, sandal, dan wadah tempat ikan yang ditinggalkan di tepi sungai.
Melihat indikasi kuat korban tenggelam, Polsek Payung segera meneruskan laporan kehilangan ini kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan. Tim SAR yang dikerahkan ke lokasi langsung menerapkan berbagai metode pelacakan modern demi mempercepat proses penemuan.
"Penyisiran dilakukan di sepanjang aliran Sungai Lau Biang dengan cara pemantauan dari udara menggunakan drone thermal, deteksi bawah permukaan air menggunakan aqua eye, serta scouting darat menyusuri bantaran sungai pada sektor-sektor yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus," jelas Hery Marantika mengenai proses operasi penyelamatan.
Upaya keras tim gabungan akhirnya membuahkan hasil pada Senin (6/7) sekitar pukul 17.10 WIB. Jasad korban berhasil dideteksi dan dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia di titik yang berjarak sekitar 4 kilometer dari lokasi awal tempat ia diduga kuat pertama kali terjatuh dan hanyut.
Berdasarkan amatan di lapangan, setelah proses pengangkatan jasad selesai dilakukan, tim penyelamat langsung membawa korban menuju rumah duka. "Tim SAR Gabungan selanjutnya mengevakuasi korban menuju rumah duka dan menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga," pungkas Hery.