Warta Kabayan Warta Kabayan
/home / hukum / Kemenham Kaltim Kampanyekan Sungai...
HUKUM

Kemenham Kaltim Kampanyekan Sungai Bersih Lewat Paddle Board

Aksi pejabat Kemenham Kaltim dan komunitas memungut sampah menggunakan paddle board di Samarinda

Aksi pejabat Kemenham Kaltim dan komunitas memungut sampah menggunakan paddle board di Samarinda

Kementerian Hak Asasi Manusia Kalimantan Timur mengambil langkah unik dalam mengampanyekan kelestarian lingkungan dengan memanfaatkan olahraga air paddle board. Aksi susur sungai sembari memungut sampah ini digelar untuk memberikan contoh nyata kepada masyarakat agar menghentikan kebiasaan membuang sampah ke aliran sungai.

Berdasarkan laporan di lapangan, agenda kampanye hijau ini dilaksanakan bersama Komunitas Paddle Board Samarinda yang merupakan bagian dari lembaga swadaya masyarakat Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus atau GMSS-SKM Samarinda. Dari pantauan redaksi, kegiatan difokuskan di kawasan restorasi dan Sekolah Sungai Karang Mumus, Muang Ilir, Kelurahan Lempake.

Menurut Kepala Kantor Wilayah Kemenham Provinsi Kaltim, Umi Laila, menjaga kebersihan ekosistem air bukan hanya menjadi beban pemerintah atau aktivis lingkungan semata, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh warga. "Menjaga sungai bukan hanya tugas pemerintah atau komunitas pecinta lingkungan, tapi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat," ujarnya usai mendayung paddle board menyusuri sungai.

Umi Laila menekankan bahwa kebersihan Sungai Karang Mumus sangat krusial mengingat posisinya sebagai sumber air baku yang masih diandalkan oleh masyarakat setempat maupun perusahaan air minum daerah. Dengan menjaga sungai tetap bersih, risiko bencana banjir dapat ditekan dan kualitas hidup generasi mendatang akan lebih terjamin.

Lebih lanjut, pihak kementerian mengaitkan isu lingkungan ini dengan koridor hukum humaniter. Menurut Umi Laila, hak atas lingkungan yang sehat merupakan bagian dari pemenuhan hak asasi manusia universal. "Menjaga lingkungan hidup merupakan bagian dari penghormatan, perlindungan, pemajuan, penegakan, dan pemenuhan hak asasi manusia," tambahnya.

Dalam aksi tersebut, tim gabungan memprioritaskan evakuasi limbah plastik dan sampah terapung yang berpotensi hanyut hingga ke laut dan merusak ekosistem maritim. Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa tumpukan sampah plastik masih menjadi tantangan utama dalam restorasi sungai-sungai urban di Samarinda.

Sementara itu, Ketua Komunitas Paddle Board Samarinda, Krisdiyanto, menyatakan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang agar masyarakat dapat melihat langsung kondisi riil kelumpuhan ekosistem sungai akibat pencemaran. Menurutnya, keterlibatan aktif semua elemen warga dalam merawat Sungai Karang Mumus merupakan sebuah keharusan demi mencegah pendangkalan dan bencana hidrologi di Kota Samarinda.

// TOPICS
#samarinda #kalimantan_timur #kementerian_ham #sungai_karang_mumus #aksi_lingkungan #paddle_board
Jurnalis Daerah & Budaya - Spesialis Isu Lokal dan Kearifan Tradisional

Rudi Yanataro adalah jurnalis yang mendalami isu-isu daerah dan kebudayaan Indonesia. Dengan latar belakang sebagai antropolog budaya, ia memiliki pemahaman mendalam tentang kearifan lokal, adat istiadat, dan dinamika sosial di berbagai wilayah Nusantara. Liputannya yang dekat dengan masyarakat akar rumput menjadikannya jembatan antara peristiwa daerah dan audiens nasional. Ia juga aktif meliput pariwisata, seni tradisional, dan isu lingkungan di berbagai daerah di Indonesia.