Pemerintah Kabupaten Lamandau di Kalimantan Tengah menaruh perhatian khusus pada keterlibatan figur penolong dalam keluarga pada awal tahun ajaran baru. Melalui sebuah kebijakan resmi, para ayah di wilayah tersebut diajak untuk hadir secara nyata dan mengantarkan anak-anak mereka pada hari pertama masuk sekolah Tahun Ajaran 2026/2027.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Langkah ini dikukuhkan melalui Surat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Lamandau Nomor 421.2/031/P.SMP/VI/2026. Berdasarkan surat tertanggal 25 Juni 2026 tersebut, program ini dinamakan Gerakan Ayah Mengantar Anaknya ke Sekolah pada Hari Pertama Masuk Sekolah.
Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari program Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah. Program tersebut diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Lamandau.
Dari pantauan redaksi, seluruh satuan pendidikan mulai dari jenjang PAUD/TK, SD, hingga SMP, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Lamandau diminta mendukung penuh imbauan ini. Hari pertama masuk sekolah sendiri dijadwalkan berlangsung serentak pada Senin, 13 Juli 2026.
Kendati diwajibkan, pihak sekolah tetap memberikan kelonggaran dan dispensasi apabila sang ayah berhalangan hadir karena tuntutan pekerjaan atau sedang berada di luar daerah. Menurut arahan dinas, dalam kondisi tersebut, ibu maupun wali murid lainnya tetap diizinkan untuk mendampingi anak.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menegaskan bahwa kehadiran seorang ayah di sekolah bukan sekadar formalitas pengantaran. Menurutnya, tindakan sederhana tersebut memuat simbol perhatian, kasih sayang, dan dukungan moral yang krusial untuk membangun mentalitas anak.
"Hari pertama sekolah merupakan momen penting bagi setiap anak. Kehadiran seorang ayah saat mengantar anak ke sekolah bukan hanya menjadi bentuk kasih sayang, tetapi juga memberikan semangat, rasa aman, dan kepercayaan diri bagi anak untuk memulai tahun ajaran baru. Saya mengajak seluruh ayah di Kabupaten Lamandau untuk meluangkan waktu mengantar putra-putrinya sebagai wujud nyata dukungan terhadap pendidikan dan masa depan mereka," ujar Rizky Aditya Putra pada Senin (13/07).
Menurut pengamatan tim redaksi, keterlibatan figur ayah dalam dunia pendidikan dinilai mampu memberikan dampak jangka panjang terhadap pembentukan karakter, tingkat kedisiplinan, serta motivasi belajar anak di lingkungan sekolah.
"Anak-anak akan merasa lebih dihargai dan diperhatikan ketika ayah terlibat langsung dalam proses pendidikan mereka. Hal sederhana seperti mengantar ke sekolah bisa menjadi kenangan berharga dan menumbuhkan ikatan emosional yang kuat antara orang tua dan anak," tambah Rizky Aditya Putra.
Pemerintah Kabupaten Lamandau berharap gerakan ini tidak menjadi agenda musiman semata, melainkan awal dari budaya positif yang berkelanjutan. Sinergi antara institusi keluarga dan sekolah diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang lebih berkarakter dan berprestasi.
"Kami ingin gerakan ini menjadi budaya positif di Lamandau. Pendidikan bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga. Jika ayah dan ibu hadir bersama mendukung anak, maka kualitas pendidikan dan masa depan generasi kita akan semakin baik," tegas Rizky Aditya Putra.