Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berlokasi di Jalan Keramasan, Kecamatan Kertapati, Kota Palembang, Sumatera Selatan. Dalam kunjungan tersebut, Wapres memberikan sejumlah instruksi strategis yang harus segera diselesaikan guna mempercepat operasionalisasi proyek energi terbarukan ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan keterangan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, arahan utama dari Wapres menitikberatkan pada dua aspek krusial, yaitu transisi regulasi hukum serta mitigasi dampak sosial ekonomi bagi warga sekitar. Dari pantauan redaksi, proyek ambisius ini diharapkan tidak hanya mengatasi persoalan darurat sampah perkotaan tetapi juga mampu menyuplai kebutuhan listrik daerah secara berkelanjutan.
Menurut penjelasan Ratu Dewa, salah satu fokus utama yang ditekankan adalah penyesuaian landasan hukum dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 ke Perpres Nomor 109 Tahun 2025. Perubahan regulasi ini berimplikasi langsung pada struktur pembiayaan proyek, kelembagaan pengelola, hingga skema percepatan konstruksi fisik di lapangan.
"Beberapa hal yang menjadi stressing dari Bapak Wakil Presiden, pertama adalah segala hal berkaitan dengan peralihan dari Perpres 35/2018 ke Perpres 109/2025. Baik itu dari sisi pembiayaan, kelembagaan, termasuk percepatan pembangunan fisik," ujar Ratu Dewa pada Kamis (16/07/2026). Untuk mengawal transisi ini, Pemerintah Kota Palembang berkomitmen memperkuat koordinasi dengan kementerian terkait dan institusi Danantara.
Selain urusan birokrasi, aspek kemasyarakatan juga menjadi sorotan tajam. Wapres Gibran meminta agar proyek ini memberikan dampak riil terhadap perekonomian lokal. Dari pengamatan tim redaksi, pelibatan masyarakat melalui program edukasi lingkungan, penyerapan tenaga kerja lokal secara maksimal, serta penyediaan ruang bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi menjadi indikator keberhasilan sosial proyek ini.
Terkait aksesibilitas menuju fasilitas, pemerintah daerah bergerak cepat merespons kebutuhan infrastruktur penunjang. Ratu Dewa mengaku telah berkoordinasi dengan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, untuk memprioritaskan perbaikan jalan penghubung menuju lokasi PSEL.
"Untuk jalan penghubung, tadi saya sudah berbicara dengan Pak Gubernur. Ini akan menjadi prioritas dari pemerintah provinsi guna perbaikan jalan yang menuju ke fasilitas yang ada di sini," tambah Ratu Dewa.
Saat ini, progres konstruksi fisik fasilitas PSEL Palembang dilaporkan telah menyentuh angka 91 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya sebelum akhir tahun 2026. Proyek ini digadang-gadang akan menjadi salah satu proyek percontohan nasional dalam tata kelola sampah perkotaan yang modern.
Pihak swasta selaku mitra pelaksana juga menyambut baik dukungan penuh dari jajaran pemerintahan. Manager PT Indo Green Power, Satriawan Ming, menyatakan komitmennya untuk segera merampungkan sisa pekerjaan konstruksi. "Karena ini menjadi percontohan untuk pengelolaan sampah di Indonesia. Pak Wapres tadi minta agar progres terus ditingkatkan dan bisa berdampak baik bagi masyarakat di Palembang," pungkas Satriawan.