Di tengah keriuhan malam yang menyimpan sunyi, sebuah ikhtiar untuk merajut masa depan olahraga digelorakan di Kota Malang. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan harapan mendalam agar kepengurusan Persatuan Olahraga Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kota Malang periode 2025–2029 mampu menegakkan fondasi pembinaan atlet yang kokoh. Menurut beliau, eksistensi organisasi ini harus didasarkan pada tata kelola yang profesional, transparan, serta senantiasa adaptif terhadap gerak zaman yang terus berubah.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Aspirasi penuh optimisme tersebut mengemuka saat Wali Kota Malang menghadiri pengukuhan pengurus Perserosi Kota Malang yang digelar di Hotel Savana, Kota Malang, pada Selasa malam. Dalam pandangan Wahyu Hidayat, olahraga bukan sekadar gerak fisik badani semata, melainkan instrumen eksistensial yang krusial untuk mengejawantahkan visi besar pembangunan daerah, yakni Menuju Malang Mbois dan Berkelas. Melalui disiplin olahraga, pemerintah tidak hanya berambisi melahirkan pencetak medali, melainkan juga menempa generasi yang tangguh, sportif, dan berkarakter menghadapi getirnya kompetisi kehidupan.
Berdasarkan penuturan Wahyu Hidayat, Perserosi mengemban peran yang sangat strategis di tengah masyarakat. "Perserosi memiliki peran yang sangat strategis. Organisasi cabang olahraga bukan sekadar wadah administratif, tetapi menjadi pilar dalam membangun ekosistem pembinaan prestasi, mencetak atlet berkarakter, serta menumbuhkan budaya hidup sehat dan sportif di tengah masyarakat," urai beliau menekankan bahwa pembinaan sejati tidak boleh terjebak pada angka kejayaan sesaat, melainkan harus menyentuh akar pengenalan usia dini hingga kualitas para pelatih.
Lebih lanjut, Wali Kota Malang menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengalirkan dukungan terhadap terciptanya ruang kolaborasi yang intim antara dunia pendidikan, pelaku usaha, komunitas, dan masyarakat luas. Sinergi kolektif ini dipercaya menjadi kunci utama agar ikhtiar pembinaan tidak berjalan dalam kesendirian yang sia-sia. Langkah nyata ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen luhur guna menyokong terwujudnya pilar Dasa Bakti Ngalam Pinter, Ngalam Tahes, dan Ngalam Asyik di bumi Arema.
Pada akhir risalahnya, Wahyu Hidayat mengajak seluruh punggawa Perserosi untuk menghidupkan organisasi yang sehat dengan fokus abadi pada regenerasi. "Mari jadikan momentum pengukuhan ini sebagai awal untuk menghadirkan organisasi yang semakin solid, pembinaan yang semakin berkualitas, dan prestasi yang semakin membanggakan demi terwujudnya Kota Malang yang mbois dan berkelas," pungkasnya dengan penuh keyakinan bahwa kerja keras bersama akan menuntun para atlet menuju panggung tertinggi di tingkat nasional maupun internasional.