Di tengah keriuhan hidup yang terus bergerak, sebuah langkah visioner diambil oleh Pemerintah Kabupaten Deli Serdang demi menjawab tantangan zaman yang kian absurd dan kompleks. Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, secara resmi melepas 10 kepala desa terbaiknya yang terpilih untuk mengikuti Program Kepala Desa Masuk Kampus (KDMK) Angkatan II. Program prestisius ini diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa di Universitas Indonesia (UI) pada 13 hingga 16 Juli 2026.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Prosesi pelepasan para pemimpin akar rumput ini dilakukan dengan penuh khidmat di sela-sela kegiatan Berjemur (Bupati Berjumpa Rakyat) yang bertempat di Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan. Berdasarkan laporan resmi, Program KDMK ini merupakan bagian integral dari Program Pemerintahan Desa Berdampak Tahun 2026. Inisiatif tersebut dirancang khusus untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan kepala desa, menajamkan tata kelola pemerintahan, serta memperluas cakrawala berpikir dalam menghadapi dinamika pembangunan yang visioner berbasis data otentik.
Menurut Bupati Asri Ludin Tambunan, Kabupaten Deli Serdang sepatutnya bersyukur atas kesempatan berharga ini. Daerah ini menjadi satu dari tiga kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang berhasil mengirimkan delegasinya dalam Angkatan II, bersanding dengan Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kabupaten Pakpak Bharat. Dari total 14 peserta yang mewakili Sumatera Utara, Deli Serdang mendominasi dengan mengirimkan 10 kepala desa sekaligus.
"Ini program perdana dan saat ini masih Angkatan II. Beruntung Deli Serdang bisa mengirimkan 10 kepala desa untuk belajar di kampus ternama. Harapannya, pulang dari sana bawalah pembelajaran itu untuk memajukan desa menjadi lebih maju dan lebih baik lagi," ujar dr H Asri Ludin Tambunan menegaskan esensi dari pencarian ilmu tersebut.
Bupati Deli Serdang juga menambahkan bahwa ruang pembelajaran di Universitas Indonesia ini harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Para kepala desa dituntut untuk memperluas wawasan dan menyerap berbagai praktik terbaik yang kelak dapat diimplementasikan di wilayah masing-masing, demi meningkatkan mutu pelayanan publik yang konkret.
Berdasarkan data administratif, kesepuluh kepala desa yang berangkat menimba ilmu tersebut berasal dari Desa Bandar Baru (Kecamatan Sibolangit), Desa Sei Merah (Kecamatan Tanjung Morawa), Desa Medan Krio (Kecamatan Sunggal), Desa Karang Anyar (Kecamatan Beringin), Desa Sigara-gara (Kecamatan Patumbak), Desa Tadukan Raga (Kecamatan Sinembah Tanjung Muda Hilir), Desa Kutalimbaru (Kecamatan Kutalimbaru), Desa Sidodadi (Kecamatan Batang Kuis), Desa Pasar VI Kualanamu (Kecamatan Beringin), dan Desa Selemak (Kecamatan Hamparan Perak).
Melalui keterlibatan aktif dalam Program KDMK, Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menaruh harapan besar agar struktur kepemimpinan desa menjelma menjadi lebih inovatif dan adaptif. Langkah taktis ini sebelumnya juga telah mendapatkan atensi khusus dari Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, saat membuka Dialog Otonomi Daerah pada rangkaian peringatan HUT ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Kabupaten Deli Serdang.