Babak gugur Piala Dunia kali ini kembali diwarnai drama hebat dan kontroversi teknologi Video Assistant Referee (VAR). Pertandingan antara Argentina dan Mesir, yang disebut-sebut sebagai salah satu laga terbaik turnamen sejauh ini, menyisakan ketegangan tinggi yang menjalar dari lapangan hingga ke studio siaran langsung.
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan jalannya laga, Mesir sempat mengejutkan sang juara bertahan dengan unggul lebih dulu melalui gol bek Yasser Ibrahim, disusul keberhasilan membendung penalti Lionel Messi. Harapan publik Mesir kian membubung tinggi ketika penyerang Mostafa Ziko menggandakan keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-67.
Namun, dari pantauan redaksi, Argentina menunjukkan mentalitas juara dengan melakukan kebangkitan luar biasa. Gol dari Cristian Romero, disusul aksi Lionel Messi, dan gol penentu kemenangan dari Enzo Fernandez pada menit ke-93 akhirnya memastikan langkah tim Tango ke babak perempat final.
Kendati demikian, kemenangan dramatis ini menuai kritik tajam dari pundit ITV, Ian Wright. Mantan penyerang Arsenal itu meledak dalam amukan penuh amarah pascapertandingan, menilai bahwa gol kemenangan Argentina seharusnya dianulir karena ada pelanggaran terhadap bintang Mesir, Mo Salah, sebelum proses gol terjadi.
"That's what happening with VAR now, they're pulling it back," kata Wright dengan nada murka setelah pertandingan berakhir. Menurut pengamatan tim redaksi, Wright merasa ada standar ganda dalam penggunaan teknologi tersebut sepanjang laga.
"If you're going to pull it back for Argentina on the edge of the box to disallow a goal, you have to pull it back for this one with Mo Salah. He's been caught. Whatever we say, it might be minimal, he's been caught and then they go up the other end," ujar Wright menambahkan.
Mendengar argumen berapi-api rekannya, mantan kapten Manchester United, Roy Keane, sempat memotong pembicaraan. "The only thing I'd say with this one when he does cut, why does his legs give way?" tanya Keane mempertanyakan jatuhnya Mo Salah.
Namun, Wright langsung membalas komentar tersebut dengan tegas dan enggan mundur. "Look Roy, we're talking that. We have to see the Lisandro Martinez one as well, but they've given one for that, they've disallowed a goal for that. It's absolutely a Pandora's Box," cetus Wright yang membuat Keane akhirnya terdiam.
Kritik Wright tidak berhenti di situ. Ia juga menyoroti keputusan VAR sebelumnya yang menganulir gol kedua Mostafa Ziko karena dianggap ada pelanggaran terhadap Nicolas Tagliafico di awal proses serangan. Wright mempertanyakan esensi VAR jika harus menarik mundur peninjauan terlalu jauh ke belakang.
Ketika dinamika debat memanas, mantan bek Manchester United, Gary Neville, turut memberikan pandangan sinisnya. Saat ditanya apakah gol Argentina akan dianulir jika berada dalam situasi kontroversial yang serupa, Neville menjawab singkat, "Unlikely."
Sentimen ketidakadilan ini dirasakan pula oleh kubu Mesir, di mana Mostafa Ziko secara frontal menyebut turnamen ini telah "diatur". Terlepas dari segala gelombang protes dan kontroversi yang ada, keputusan resmi tidak berubah; Argentina dipastikan melenggang ke perempat final untuk menghadapi Swiss.