Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini punya cara baru untuk mendisiplinkan para pengguna jalan yang kedapatan melanggar aturan lalu lintas. Berdasarkan pengumuman resmi Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, para pengendara yang tidak tertib di sejumlah persimpangan jalan ibu kota bakal langsung menerima teguran suara secara riil melalui pengeras suara (speaker).
// RELATED STORIES
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak informasi teknologi menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Langkah preventif ini diwujudkan melalui program bertajuk "CCTV Jakarta Takeover". Melalui sistem ini, petugas memanfaatkan integrasi kamera pengawas (CCTV) dan pengeras suara yang berada di simpang lalu lintas untuk memberikan edukasi serta peringatan langsung kepada para pengguna jalan yang membandel.
Sebagai proyek percontohan awal, program edukasi digital ini diterapkan di enam persimpangan strategis di Jakarta. Untuk menarik perhatian publik dan menyampaikan pesan dengan cara yang lebih komunikatif, Dishub DKI Jakarta menggandeng konten kreator Anastasia Putri atau yang akrab disapa Mpok Caca, serta komika Yudha Brajamusti.
Menurut Kepala Dishub DKI Jakarta, Budi Awaluddin, inovasi ini merupakan yang pertama kalinya di Jakarta dengan mengoptimalkan fungsi speaker persimpangan sebagai media edukasi keselamatan. "Kami memanfaatkan speaker di simpang lalu lintas sebagai media edukasi keselamatan dengan menggandeng kolaborator agar pesan yang disampaikan lebih dekat dengan masyarakat. Harapannya, cara ini dapat meningkatkan kesadaran pengguna jalan untuk lebih disiplin dan menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai kebiasaan bersama," ujarnya dalam keterangan tertulis.
Dari pantauan redaksi, enam titik persimpangan yang kini telah dilengkapi fasilitas tersebut meliputi Simpang Harmoni, Patung Kuda, Bank Indonesia, Sarinah, Bundaran Senayan, dan Simpang Millenium. Adapun pelaksanaan edukasi perdana dilaporkan sudah mulai berjalan di Simpang Millenium, Bank Indonesia, serta kawasan Sarinah.
Berdasarkan rencana pengembangan ke depan, Dishub DKI Jakarta juga berniat untuk menambah jumlah titik sebaran speaker pengawas ini setelah merampungkan survei berkala di sejumlah persimpangan padat lainnya di Jakarta.
Melalui pengeras suara tersebut, para pengguna jalan akan terus diingatkan untuk mematuhi rambu lampu lalu lintas, berhenti tepat di belakang garis aman, selalu mengenakan helm dan sabuk pengaman, mendahulukan pejalan kaki, serta dilarang keras mengoperasikan telepon genggam saat tengah berkendara.
Menurut penjelasan Budi Awaluddin, optimalisasi teknologi CCTV yang terintegrasi langsung dengan speaker merupakan bagian dari rencana besar pengembangan sistem pengawasan jalan raya berbasis teknologi mutakhir. "Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih disiplin berlalu lintas. Ke depan, edukasi melalui speaker di simpang lalu lintas akan terus dilakukan secara rutin oleh petugas Dinas Perhubungan sehingga budaya tertib berlalu lintas dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat," ucapnya menambahkan.
Dari pengamatan tim redaksi, langkah ini diharapkan mampu menekan angka pelanggaran lalu lintas di Jakarta melalui pendekatan sosial yang jauh lebih kreatif, persuasif, namun tetap memberikan efek jera yang efektif bagi para pengguna jalan yang kurang disiplin.